
Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang, diantaranya adalah tomat,
kentang, kacang tanah dan cabai. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat
melalui benih, bibit, bahan tanaman yang sakit, residu tanaman, irigasi
(air), serangga, nematoda dan alat-alat pertanian. Bakteri layu biasanya
menghebat pada tanaman cabai di dataran rendah. Gejala kelayuan tanaman
cabai terjadi mendadak, dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam
beberapa hari kemudian. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman
cabai. Bila pangkal batang cabai yang diserang, dipotong atau dibelah,
kemudian direndam dalam gelas berisi air bening, maka setelah beberapa
menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau
berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri).
Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah
kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk, kemudian menjalar ke seluruh
bagian tanaman. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok.
Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan
umur, tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase
berbunga maupun berbuah.